Jabir bin ‘Abdillah radhiyallohu ‘anhu, ia berkata: Rasululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam mengajari kami sholat istikhoroh untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surat al-Qur-an.” Beliau bersabda:” apabila seseorang di antara kalian mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan sholat Sunnah (Istikhoroh) dua roka’at, kemudian bacalah do’a ini:

Ya ALLOH, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-MU dengan ilmu-MU dan aku memohon kekuatan kepada-MU (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Mahakuasaan-MU.
aku mohon kepada-MU sesuatu dari anugerah-MU yang Maha Agung, sesungguhnya ENGKAU Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, ENGKAU mengetahui, sedang aku tidak mengetahui dan ENGKAU-lah yang Maha Mengetahui hal yang ghaib.

Ya ALLOH, apabila ENGKAU mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebutkan persoalannya) lebih baik dalam agama-ku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku atau- Nabi bersabda:’…di dunia atau akhirat’- taqdirkanlah (tetapkanlah) untukku, mudahkan-lah jalannya, kemudian berilah berkah.
akan tetapi apabila ENGKAU mengetahui bahwa persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku, atau- Nabi bersabda:’..di dunia atau akhirat’- maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku dari padanya, taqdirkan (tetapkanlah) kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhoan-MU kepadaku.
(HR. Al-Bukhori no. 1162, 6382, dan 7390)

Dikutip dari kitab: Kumpulan Do’a dari al-Qur-an dan as-Sunnah yang Shahih karya ustadz Yazid bin abul qadir jawas hafizhahulloh, terbitan pustaka imam asy-syafi’i cetakan ke-3 (April 2006) halaman 98-100

DENGARKAN SYARAH DO’A ISTIKHOROH dengan cara mendownload rekaman kajiannya di situs radio rodja yang disampaikan ustadz Armen Halim Naro rahimahulloh

Yakinlah wahai saudaraku. Apa yang menurut kita baik belum tentu baik dalam ‘ilmu ALLOH. Masalah jodoh, pekerjaan, dll yang kita inginkan tapi ternyata kita tidak mendapatkannya…hal itu belum tentu baik menurut ALLOH. Senantiasalah kita memohon kepada ALLOH – Dzat Yang Tidak Pernah Menolak permintaan hambaNYA- agar ALLOH memberikan yang terbaik untuk kita. Berbaik sangkalah kepada ALLOH karena sesungguhnya persangkaan ALLOH menurut persangkaan hambaNYA.

-hamba yang sedang belajar ikhlash menerima segala ketetapanNYA-

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah-semoga ALLOH mensucikan ruhnya- ditanya tentang orang yang terkena panah dari panah-panah iblis yang beracun, beliau menjawab: “Siapa yang terkena luka beracun, maka untuk mengeluarkan racun dan menyembuhkan lukanya ialah dengan obat penawar racun dan salep. Dan itu dengan beberapa perkara:
1. menikah atau mengambil gundik (hamba sahaya yang menjadi miliknya). Sebab Nabi bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian melihat kecantikan wanita, maka hendaklah ia mendatangi(menggauli) istrinya. Sebab, apa yang dimilikinya sama dengan yang dimiliki istrinya.”
HR. Muslim no. 1403 kitab an-Nikah, at-Tirmidzi no.1158 kitab an-Nikah, dll.

2. senantiasa menunaikan sholat lima waktu, berdo’a, dan bertadharru’ di malam hari. Sholatnya dilakukan dengan konsentrasi dan khusyu’, dan memperbanyak berdo’a dengan ucapannya:
“wahai Rabb Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMU. Wahai Rabb Yang Memalingkan hati, palingkanlah hatiku untuk mentaatiMU dan mentaati rasul-MU.”
Sebab, selama dia terus berdo’a dan bertadharru’ kepada ALLOH, maka DIA memalingkan hatinya dari keburukan, sebagaimana firman-NYA:
“… demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba kami yang terpilih.” (QS. Yusuf :24)

3. jauh dari kediaman orang ini dan berkumpul dengan orang yang biasa berkumpul dengannya; di mana dia tidak mendengar beritanya dan tidak melihat dengan matanya; karena berjauhan itu dapat membuat lupa. Selama sesuatu itu jarang diingat, maka pengaruhnya menjadi lemah dalam hati.

Oleh karenanya, hendaklah dia melakukan perkara-perkara ini dan memperhatikan perkara yang dapat memperbaharui keaadannya. Wallohu a’lam.
Majmuu’ Fatawaa Ibni Taimiyyah (XXXII/5-6)

Perpustakaan-Islam.Com Artikel / Keluarga

Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah
By admin 25/06/2005
Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup.

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.

Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

Chandraleka
hchandraleka(at)telkom.net

Footnote:
[1] Lihat Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Konsep Perkawinan dalam Islam, Pustaka Istiqomah, Cet. II, 1995, hal. 12
[2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 1 – 2
[3] Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.” Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari 145, Muslim 758) (lihat Tahajjud Nabi, Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani, Media Hidayah, Sept. 2003, hal. 27).
[4] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 8 – 14
[5] Idem, hal. 15 – 22
[6] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al – Masaa-il Jilid 3, Penerbit Darul Qalam, Jakarta, Cet. II, 2004 M, hal. 103
[7] Idem, hal. 105
[8] Idem, hal. 101

——————————————————————————–
Referensi: Referensi : Footnote: [1] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Konsep Perkawinan dalam Islam, Pustaka Istiqomah, Cet. II, 1995 [2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004 [3] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004 [4] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al – Masaa-il Jilid 3, Penerbit Darul Qalam, Jakarta, Cet. II, 2004 M

[Kontributor : Chandraleka, 25 Juni 2005 ]
Perpustakaan-Islam.Com : http://www.perpustakaan-islam.com
Online version: http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=114

Artikel ini selalu saya baca dari dulu dan saya sering kirimkan ke teman tuk memotivasi mereka. Tapi, ternyata permasalahan yang dihadapi kaum pria terlalu kompleks. Berbeda dengan kaum wanita yang sering kali menjadi kendala adalah larangan orang tua karena kuliah belum selesai atau mungkin karena si akhwat anak pertama makanya jadi tulang punggung keluarga. Orang tuanya sudah mengizinkannya tapi justru dia sendiri yang gak yakin dengan rizqi yang telah ALLOH berikan. Sementara dia sendiri boleh dibilang sudah merasa sangat membutuhkan nikah.

Permasalahan yang dihadapi ikhwan sepanjang yang saya temukan dari curhat2an teman beragam. Ada yang sudah bekerja bahkan mencukupi secara gaji, tapi dia masih menunda menikah. Alasannya dia belum diangkat jadi pegawai tetap plus dia jadi tulang punggung keluarga. Semua gajinya untuk kebutuhan orang tuanya plus biayain kuliah adik perempuannya. Sudah bgitu, ternyata bapaknya terlilit utang sehingga dia terpaksa harus ikut menanggungnya karena bapaknya tidak bekerja.
Permasalahan kaum ikhwan yang lain yang saya temukan adalah ada teman yang ingin segera menikah meski dia masih kuliah (skripsi). Dia sudah punya penghasilan meski hanya mengajar bimbel dan privat. Tapi kendala dia adalah bapaknya yang tidak rela dia menikah kalau belum lulus kuliah. Dia sudah berusaha meyakinkan bapaknya tapi bapaknya tetap keukeuh melarangnya. Saya mencoba bilang ke dia tuk maju aja (maksudnya menikah) tapi dengan konsekuensi dia harus mempersiapkan semua biayanya. Toh, anak lelaki tidak perlu meminta ridho orang tua tuk menikah, berbeda dengan kaum wanita. Trus, saya mencoba bilang ke dia, jika orang tua melarang anaknya menikah sementara niat si anak menikah untuk menjaga kehormatannya, maka jika selama dilarang anaknya berbuat ma’shiat, orang tuanya ikut menanggung dosa anaknya pula. Ternyata, temanku ini sudah bilang juga ke bapaknya tapi tetap aja bapaknya melarang.

Ada kasus lain yang saya temukan. Ada seseorang yang merasa butuh nikah segera sementara dia baru lulus kuliah dan masih mencari pekerjaan. Qodarulloh, berbulan2 setelah wisuda dia belum juga mendapatkan pekerjaan sementara dia sudah merasa membutuhkan menikah. Dia sudah berusaha tuk mencari pekerjaan sambilan alias berusaha membantu usaha temannya, tapi qodarulloh belum menghasilkan. Dia juga sudah berusaha berkali-kali ikut tes kerja di mana-mana, qodarulloh belum mendapatkan pekerjaan juga.

Ada teman yang sudah bekerja bahkan mapan- insya ALLOH- tapi qodarulloh dia selalu gagal ketika proses dengan akhwat. Berkali-kali dia proses tapi selalu gagal dengan alasan yang beragam.

Yah…semua perjalanan manusia berada pada taqdir ALLOH karena semuanya sudah tercatat di lauhul mahfuzh sebelum manusia itu sendiri diciptakan. Bukankah makhluq yang pertama kali diciptakan ALLOH adalah pena?!!!

Jadi, tetaplah berbaik sangka kepada ALLOH wahai semua saudaraku! Kita perlu lebih banyak membenahi ’aqidah kita terutama mengenai masalah taqdir.
Yakinlah dengan janji ALLOH! Sebaiknya kita perlu mengkoreksi diri kita masing-masing, sudah sejauh mana kita menolong agama ALLOH? Bagaimana ALLOH akan menolong kita sementara kita tidak menolong ALLOH???

Tulisan ini didedikasikan untuk kalian semua para PEJUANG NIK AH. 
JANGAN PERNAH BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLOH

Bersabarlah saudaraku..
sungguh kesabaran itulah yang terbaik bagimu..

sifat mukminin dan mukminat apabila diingatkan dengan ayat-ayat Allah mereka nampak khusyuk dan lembut hatinya serta mengagungkan Rabbnya bahkan menangis lantaran rasa takut kepada-Nya. Mereka melakukan itu karena mengharap pahala dari-Nya dan takut akan siksa-Nya.

Allah berfirman :
“Artinya : Dan orang-orang yang berkata : ‘Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Furqan : 74).
ryan_benar (9:05 PM): “Artinya : Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam jannah), karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. Jannah itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman”. (Al-Furqan : 75-76).

Inilah cerminan sifat-sifat Ahlul Iman yang utuh, baik kalangan laki-laki atau wanita. Mereka pula yang Ahlus Sa’adah wan Najah (pemilik kemuliaan dan kesuksesan). Di dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak menyebutkan sifat-sifat mukminin dan mukminat serta akhlak mereka yang mulia.

Jika seorang hamba benar-benar menyadari bahwa dirinya adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan kembali kepada-Nya maka dia akan terhibur tatkala tertimpa musibah. Bahwa kesudahan dan tempat kembali seorang hamba adalah kepada Allah Pemilik yang Haq.(Fathir: 8)

Tidak ada yang bisa berbuat kecuali Allah semata, ilmu, kekuasaan dan rahmat-Nya sempurna, di belakang kekuasaan-Nya tidak ada kekuasaan lain, di belakang ilmu-Nya tidak ada ilmu lain, di belakang rahmat-Nya tidak ada rahmat lain.

Sabda Nabi
“Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhori&Muslim)

Yup. Judul di atas rasanya tepat sekali menggambarkan kondisi yang saya rasakan sekarang. Betapa tidak, saya sudah berkali-kali mengikuti tes kerja di mana-mana tapi qodarulloh, ALLOH masih menguji diri saya.

pertama kali sekitar bulan februari 2008 (saat belum lulus) saya ikut tes sebagai Management Trainee di Hero Supermarket. Yang ini saya tidak menyesal banget meski gak dapat. Kenapa? Mau tau alasannya? Gini, sejak awal briefing sebelum psikotest, pihak Hero sudah memberi tau jika diterima harus mau ditempatkan di mana saja plus sebagai calon manajer area (setelah training selama 1 tahun, biasanya langsung diangkat jadi supervisor dan terus bbrp bulan kemudian jadi manajer) harus bisa memotong daging babi kecil-kecil gitu di gerai Hero. Wihh….pas mendengarnya pertama kali saya langsung gak niat masuk ke sana. Ngapain coba. Waktu itu saya tes bareng ama teman ngaji di kampus. Ah…tapi sudah tanggung datang, jadinya kita berdua jalanin aja psikotes-nya. Alhamdulillah, kami berdua lolos psikotes dan tahapan berikutnya interview dengan HRD. Saya duluan interview-nya. Pas ditanya ama interviewer soal mau gak motong daging babi, saya coba nawar-nawar dah.
“boleh gak pak klo saya minta ditempatkan di gerai Hero yang gak jual daging babi?”
Bapak interviewer jawab gak boleh. Terus dia bilang, kan yang haram memakannya, bukan motongnya. Hmm…dalam hati saya bergumam, sepertinya bapak HRD ini agamanya ISLAM tapi gak ngerti tentang ISLAM. Ah, daripada saya panjang lebar jelasin mengenai masalah babi (soalnya waktu itu, interview-nya dapat hari jum’at jam ½ 12 menjelang sholat pula), saya bilang aja..”pak, gimana ya…saya liat yang hidupnya aja jijik, apalagi yang mati plus ada di depan mata saya pula.” Wah, si bapak itu ikut tertawa cengengesan bareng saya. Saya sudah paham, pasti saya gak akan dipanggil tuk tahap berikutnya lagi. Teman saya enak donk bisa tanya macam2 tentang interview saya. Dia lolos ke tahap berikutnya karena dia gak jawab apa2 alias Cuma mengiyakan. Tapi dia juga gak ikut tahap berikutnya. He..he..

Berikutnya saya ikut tes di TIGARAKSA SATRIA, perusahaan distributor berskala nasional. Di perusahaan ini saya sampai ikut 2 kali tes..alhamdulillah, psikotes selalu lulus. Tapi saya gagal selalu di FGD. Gak tau ya. Perasaan saya gak pendiam banget, tapi juga gak tukang ngomong banget. Tapi tetap aja kagak lolos.

Berikutnya saya coba ikut tes di SARA LEE, tp koq hasilnya sampai detik ini kagak tau ya. Teman-teman yang lain pun kagak tau hasilnya.

Terus, di kampus bulan juli ada seleksi pegawai telkom. Kesempatan ini saya tidak sia-siakan. Tahap pertama seleksi langsung 3 tes sekaligus yaitu psikotes, English Proficiency Test, dan FGD. Tapi qodarulloh, ALLOH belum memberi jalan.

Bulan agustus saya coba ikut seleksi di garuda indonesia. Lagi-lagi, qodarulloh saya cuma lolos sampai tahap kedua.

Berikutnya, pas bulan romadhon saya ikut tes jadi Area Sales Supervisor di AHM. Kalo yang ini, qodarulloh langsung gagal di tahap pertama.
Setelah ‘idul fithri, saya dapat panggilan lagi di United Tractors, masih anak perusahaan astra. Alhamdulillah, psikotes saya lalui dengan lancar. Tapi begitu tahap kedua yaitu wawancara dengan HRD -yang diadakan saat itu juga-, saya langsung gugur. Kenapa gugur? Hmm…jadi gini, saya tidak mempelajari core bisnis UT dengan mendalam. Pas wawancara, saya diminta memberikan ide yang brilian tuk kemajuan UT dalam hal marketing. Wah, saya jawab berdasarkan ilmu yang saya dapat di bangku kuliah. Tapi, orang HRD-nya ingin jawaban saya yang out of the box. Wah, saya jadinya tidak bisa langsung menjawab karena saya ini bukan orang yang tipe-nya langsun mengeluarkan ide saat itu juga sementara saya belum mempelajarinya. Ya akhirnya, dengan langkah gontai saya bergumam dalam hati, pasti saya tidak akan diterima di perusahaaan ini lagi.

Akhir oktober saya ikut tes lagi di Garudafood. Kali ini pesertanya banyak juga teman-teman saya. Alhamdulillah, tahap pertama yaitu tes bakat saya lulus dan mengalahkan para cumlaude angkatan 2004 yang ikut tes bareng. Mereka langsung gugur di tahap pertama. Saya bersyukur bahwa ternyata meski IPK saya pas-pasan tapi bisa mengalahkan mereka. Berikutnya, tahap kedua yaitu psikotes diadakan saat itu juga. Alhamdulillah saya lulus lagi. Tahap ketiga yaitu diskusi kelompok. Qodarulloh saya tidak lulus di tahap ini.
Bulan november, tiba-tiba saya dapat email dari MAERSK tuk ikut tes di sana. Perasaan saya tidak pernah kirim lowongan ke perusahaan itu. Tapi, saya coba aja ikut tes-nya. Saya datang ke sana & trus ikut psikotes. Ternyata mereka hanya membuka lowongan tuk staff temporer selama 3 bulan tuk ditempatkan di bagian keuangan. Hmm…saya awalnya ragu-ragu juga pas diwawancarai ama kepala HRD, apakah saya masih berminat atau tidak. Saya ragu karena kalo saya keluar sebelum 3 bulan berakhir, saya akan kena pinalti alias denda. Akhirnya saya menyetujuinya. Kepala HRD-nya bilang kalo saya nanti sore atau besok akan dihubungi oleh staff-nya. Ya akhirnya saya mencoba menunggu. Tapi qodarulloh, lagi-lagi tidak berhasil. Sebenarnya lumayan juga meski kerja hanya 3 bulan karena saya bisa banyak belajar dari perusahaan besar plus saya bisa kumpulin modal tuk nikah. 

Bulan ini, insya ALLOH saya akan ikut tes di 2 tempat. Pertama jadi cpns di BPK dan yang kedua tes di TELKOMSEL. CPNS BPK sebenarnya saya tidak terlalu niat karena di awal sudah ada surat perjanjian tidak boleh menikah sebelum diangkat jadi PNS. Jadi, saya saat ini lebih berharap tuk diterima di telkomsel. 

Sebuah perjuangan. Ya, inilah sebuah perjuangan. Dulu awal januari 2008 ada teman pesantren yang sering curhat ke saya klo dia belum dapat kerja padahal sudah berusaha ikut tes di mana-mana. Saya sering menashihati dia tuk tetap bershabar atas ketetapan ALLOH. Insya ALLOH klo rizqi gak ke mana, banyak berprasangka baik kepada ALLOH, dan lain-lain. Ternyata enak ya nashihati orang tapi begitu kita merasakannya susah banget. Temanku itu akhirnya sekarang sudah dapat pekerjaan.

Doakan saya ya. Semoga ALLOH memberikan yang terbaik tuk saya plus saya bisa secepatnya menggenapkan setengah agama saya. He..he..

Tujuh sikap tentang sikap-sikap yang disukai manusia yang disebutkan penyusun buku ADAB BERGAUL: AGAR DICINTAI ALLAH KEMUDIAN DICINTAI MANUSIA yang disusun oleh al ustadz Fariq bin Gasim Annuz, diterbitkan oleh pustaka darul falah (hal 39-58):
1.Manusia suka kepada orang yang memberi perhatian kepada orang lain,
2.Manusia suka kepada orang yang mau mendengarkan ucapan mereka,
3.Manusia suka kepada orang yang menjauhi debat kusir,
4.Manusia suka kepada orang yang memberikan penghargaan dan penghormatan kepada orang lain,
5.Manusia suka kepada orang yang memberi kesempatan orang lain untuk maju,
6.Manusia suka kepada orang yang tahu berterima kasih atau suka membalas kebaikan,
7.Manusia suka kepada orang yang menjaga perasaan orang lain.

Sikap-sikap yang tidak disukai manusia yang disebutkan dalam buku tersebut terangkum dalam delapan point (hal 58-81):
1.Manusia tidak suka diberi nasihat di hadapan orang lain,
2.Manusia tidak suka diberi nasihat secara langsung,
3.Manusia tidak suka kepada orang yang selalu memojokkannya dengan kesalahan-kesalahannya,
4.Manusia tidak suka kepada orang yang tidak pernah melupakan kesalahan orang lain,
5.Manusia tidak suka kepada orang yang sombong,
6.Manusia tidak suka kepada orang yang terburu-buru memvonis orang lain,
7.Manusia tidak suka kepada orang yang mempertahankan kesalahannya, atau orang yang berat untuk merujuk kepada kebenaran setelah dia meyakini kebenaran itu,
8.Manusia tidak suka kepada orang yang menisbatkan kebaikan kepada dirinya dan menisbatkan kejelekan kepada orang lain.”

Ringkasan tulisan di bawah ini saya tulis dari kajian yang ada di www.ngaji-online.com yang saya denger malam hari jam 10-an. Saya dengerin ceramahnya terlambat, jadinya tidak tau siapa ustadz yg isi kajian. Awalnya lg jd penyimak curhat teman di chattingan, trus dia malah nyuruh saya dengerin ngaji online.
Tulisan di bawah ini bukan pertanyaan mutlak yang harus ditanyakan, ini hanya sebagai patokan aja bagi ikhwah yg bener-bener gak ngerti gimana pas ta’aruf ya. Masa’ bengong doank cm nazhor. He..he…
Tapi berguna juga jadinya buat saya yang belum mempraktikkan pada saatnya. He..he..

Nah, intinya yg hrs ditanyakan adalah sebagai berikut:
1. tnyakan visi misi hidup & cita-citanya.

2. bgmn pemahaman dia ttg konsep pernikahan & rmh tangga, keluarga, hubungan suami istri?
-jgn cm modal semangat doank!!!!
-apakah tujuannya ingin pny anak? memenuhi kebutuhan manusia?

3. sifat2 bgmn yg diinginkan dr pasangannya??

4. seandainya sdh menikah, apakah perlu pny anak di tahun pertama atau tidak?
Ini perlu ditanyakan karena ada sebagian ikhwan/akhwat yang mgkn ingin menikmati masa-masa muda tanpa perlu memiliki anak dulu di tahun pertama.

5. tanyakan mslh kesehatan & aib2. bs ditanyakan k keluarganya atau org terdekat lainnya.
Ini tidak hanya dikhususkan kepada para ikhwan, akan tetapi para akhwat pun perlu menyelidiki kesehatan calon pasangannya terutama masalah kesuburan.

6. apakah dia org yg biasa bergaul??
al mar-u ‘alaa diny kholilihi…”seseorang itu tergantung agama temannya”..pegang hadits ini sebagai acuan dasar.

7. bgmn hubungan dia dgn ortu & sodaranya?
Ini perlu diketahui karena kita kan bisa mengetahui pula bagaimana nanti calon pasangan kita bergaul dengan oran tua & keluarga kita.

8. bgmn dia mengisi waktu2 kosongnya? suka shopping??atau??

9. sikap dia terhadap kehidupan ekonomi keluarga?
Ini terutama ikhwan yang perlu bertanya karena kita bs liat sifat qana’ah dr seorang akhwt yang ingin kita lamar.

Ada beberapa hal lain yang sebenarnya perlu diperhatikan, yaitu:

1. luruskan niat ketika ingin menikah ya ikhwah!!!!! apa motivasi anda ketika nikah??? krn teman dah pd nikah?
2. siapkan bekal ilmiyah, kemampuan nafkah, fisik, mental…(akhwat minus nafkah)
jangan Cuma bermodalkan semangat aja tuk nikah, wahai para ikhwan! Ingatlah, kalian meminta peralihan tanggung jawab seorang akhwat dari orang tuanya.
3. cari info dl ttg calon yg ingin kita nikahi!!! jgn nazhor dl, ya ikhwah!!!
Point ini terutama ditujukan kepada para akhwat agar tidak gampang kasih izin para ikhwan tuk nazhor.he…he… sebaiknya kalian para akhwat meneliti dulu tentang info ikhwan yang mengajukan diri. Jangan pernah memberi kesempatan kepada ikhwan yang “tukang nazhor”. Ha…ha.. nah, kalo kalian para akhwat sudah merasa sreg, persilakan ikhwan itu tuk ke rumah tuk nazhor
plus silakan ajukan pertanyaan-pertanyaan ta’aruf yang saya ringkas di atas.

Tuk yang mau ta’aruf, selamat berproses dah…
Tuk yang masih lama nikah, ya selamat mempelajarinya juga. Kan berguna juga..
Tuk yang sudah ta’aruf & akan menuju jenjang berikutnya, gak ada salahnya ditanyakan pertanyaan2 di atas. Kali aja belum ditanyakan. Tidak ada kata terlambat.
Tuk yang sudah nikah, gk ada salahnya juga kalian saling belajar memahami kehidupan masing-masing.